Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo dalam video virtual, dikutip Kamis (31/12/2020) menyatakan kenaikan tunjangan ASN Rp 9 juta batal.

Bongkah.id – Pemerintah batal menaikkann gaji dan tunjangan ASN terendah Rp 9 juta mulai tahun 2021. Alasannya, belanja anggaran tahun ini lebih difokuskan untuk penanggulangan damapak pandemi COVID-19.

Belanja anggaran untuk subsidi infrastruktur kesehatan dan bantuan sosial menjadi prioritas keuangan negara. Ini sesuai dengan optimisme Presiden Joko Widodo pada pidato akhir tahun 2020 untuk membuat Indonesia bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19.

“Dengan demikian, peningkatan bertahap atas kesejahteraan ASN tertunda dan kami mohon maaf apabila ini belum bisa terpenuhi pada tahun anggaran 2020 atau 2021,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo dalam video virtual, dikutip Kamis (31/12/2020).

Sebelumnya, rencana kenaikan tunjangan ASN sebesar Rp 9 juta-Rp 10 juta mulai tahun 2021 juga disampaikan Tjahjo Kumolo. Ia menyebut, besaran gaji itu akan diberikan kepada 4,2 juta ASN.

Kemudian 1 juta guru yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), 260 tenaga kesehatan, dan 100 ribu tenaga penyuluh. (Baca: Fantastis, Mulai 2021 Gaji PNS Terendah Rp 9 Juta).

Namun rencana tersebut resmi dibatalkan sesuai hasil rapat sejumlah kementerian terkait. Yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Badan Kepegawaian Negara.

“Akan tetapi, pemerintah tetap memprioritaskan kesejahteraan ASN dengan berbagai tunjangan lainnya, seperti gaji ke-13 dan tunjangan hari raya,” tandasnya.

Untuk ASN di tingkat pusat, lanjut Tjahjo, akan ada kenaikan tunjangan kinerja yang diukur lewat Indeks Reformasi Birokrasi. Adapun bagi ASN daerah, bisa dilakukan lewat penambahan penghasilan dengan tetap mempertimbangkan kapasitas keuangan daerah dan restu dari DPRD setempat.

Tjahjo pun meminta kepada semua PNS agar dapat memahami penundaan penyesuaian yang berkaitan dengan gaji, tunjangan, dan manfaat pensiun akibat pandemi COVID-19. Ia juga berharap agar peningkatan kesejahteraa dapat dilakukan setelah masa pandemi usai.

“Yang penting saat ini ASN harus selalu sehat dan terus produktif dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena tugas utama ASN adalah untuk melayani masyarakat,” tuturnya. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here